dr Sonia Wibisono: Penyakit TBC Bisa Disembuhkan

Praktisi kesehatan yang dikenal juga sebagai selebriti, dr Sonia Wibisono, baru saja kembali ke tanah air bersama sejumlah pejabat pemerintahan Indonesia diantaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla,

Menteri kesehatan Prof.Dr.Nila Moeloek, Menko PMK, Puan Maharani, dan pejabat terkait lainnya untuk menghadiri Rapat Tingkat Tinggi PBB di New York, Amerika Serikat, pada 26 September lalu, yang membahas tentang pencegahan dan penanganan penyakit TBC yang kini telah ditetapkan sebagai penyakit yang akan serius.

“Saya merasa senang sekali bisa ikut berperan serta dalam rapat tinggi dunia yang di hadiri para menteri dan kepala negara di dunia, untuk mendengarkan pendapat dan rencana mereka kedepan memberantas penyakit TBC dan itu telah memberikan pencerahan kepada saya untuk bisa membantu pemerintah dalam hal ini departemen kesehatan untuk memberantas penyakit TBC.” Kata dr Sonia Wibisono, melalui keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (01/10/2018).

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul dr Sonia Wibisono: Penyakit TBC Bisa Disembuhkan, https://wartakota.tribunnews.com/2018/10/01/dr-sonia-wibisono-penyakit-tbc-bisa-disembuhkan.
Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief

Menurutnya, sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah berbagai negara termasuk indonesia untuk mengatasi masalah tbc sebagai infeksi yang tertinggi di indonesia.

“Indonesia masih harus berjuang untuk mempercepat target pemberantasan tbc tahun 2030,karena banyak kendalanya seperti banyaknya kasus tbc yang belum terdeteksi, banyaknya orang yang belum tahu gejalanya dan menganggapnya batuk biasa dan tidak memeriksakan diri ke dokter, banyaknya dokter yang belum memasukkan data pasien ke dinas kesehatan, banyaknya stigma di masyarakat bahwa tbc adalah penyakit yang menjijikkan dan harus dikucilkan, jauhnya transporasi dari rumah ke pusat kesehatan (terutama di kampung terpencil), dimana semua kasus ini harus ditangani satu per satu”, ujar dokter cantik yang wajahnya kerap tampil menghiasi layar kaca televisi di tanah air ini.

Ditambahkannya sebagai masyarakat awam, setiap orang bisa membantu edukasi bahwa tuberculosis adalah penyakit infeksi yang dapat diobati, dengan minum obat teratur dalam waktu 6 bulan.

Setelah 3 minggu minum obat dengan teratur maka pasien sudah tidak menularkan gejala dan jangan dikucilkan.

Bagi pasien yang tertular bakteri yang sudah resisten obat regimen pertama, maka pengobatan akan lebih lama dan rumit tetapi bisa diatasi dan disembuhkan.

Pada kegiatan ini sejumlah artis dunia ikut terlibat di dalamnya, seperti keterlibatan Miss Africa yang menjadi salah seorang TBC Survivor, yang mana mereka pernah terinfeksi ini dan sembuh.

“TBC bukanlah momok yang harus ditakutkan tetapi harus diobati dengan seksama dan cepat dan didukung penuh keluarga. agar bisa minum obat teratur selama 6 bulan, bagi keluarga yang timggal serumah juga harus diperiksa dan apabila belum terinfeksi bisa diberikan pengobatan profilaksis atau pencegahannya”, ucapnya

Salah satu terobosan yang akan dilakukan sebagai hasil pemikiran diskusi untuk mengkampanyekan pola hidup sehat sehingga terbebas dari penyakit TBC ini, rencananya akan diadakan lomba untuk para ketua rukun tetangga, rukun warga, kader kesehatan, untuk menemukan kasus TBC di daerahnya, serta memviralkan edukasi TBC oleh para artis TBC survivor untuk masyarakat, untuk mengedukasi bahwa TBC bukan penyakit yang tabu untuk diutarakan, karena bisa disembuhkan dengan obat gratis di puskesmas serta TBC survivor testimonial

“Buat masyarakat umum bisa kok membantunya seperti  saat menginterview staf termasuk staf dirumah untuk menanyakan gejala batuk, dan melakukan tes rontgen dada atau tes sputum apabila ada gejala batuk lama, batuk berdarah, keringat malam . Dan setelah diobati, tentunya si pelamar pekerjaan bisa bekerja dengan baik”, ungkap artis yang peduli pada masalah kesehatan masyarakat ini.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Wartakota 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top