Pepatah: “special children for special parents” menjadi perenungan yang penuh makna bagi para orangtua dari anak-anak berkebutuhan khusus. Tak mudah bagi orangtua untuk menerima kenyataan bahwa anak-anak yang terlahir dengan down syndrome (DS) bisa menghilangkan perasaan sedih, kecewa atau malu menerima kenyataan pahit ini.
Namun sejatinya Tuhan memberikan kelebihan rasa kasih dan sayang kepada orangtua yang pandai bersyukur meski memiliki anak yang terlahir dengan kondisi yang tidak diharapkan. Rasa syukur menjadi energi positif orangtua karena telah diberi kepercayaan istimewa oleh Tuhan untuk membesarkan anak yang spesial.
Secara fisik anak down syndrome memang berbeda, wajahnya hampir sama, maka banyak disebut dengan anak seribu wajah. Secara intelektual, anak down syndrome pun memiliki keterlambatan. Tapi mereka memiliki kemampuan lain yang juga tak kalah dengan anak reguler lainnya. Secara fisik mereka lebih kuat. Dalam berolahraga atau berkesenian, anak-anak DS justru istimewa, karena mereka sangat teliti.
Tidak heran, banyak anak down syndrome yang memiliki bakat di dalam olahraga atau berkesenian.
Hari down syndrome sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 Maret, tepatnya besok, Kamis (21/3/2019) dijadikan momentum Lion Club Jakarta Selatan Tulip dan Alleira Batik menghelat acara penggalangan donasi amal bertajuk “Move Right” untuk anak-anak Down Syndrome di La Moda, Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, selama 1 bulan penuh.
Dalam kegiatan World Down Syndrome Day Maret 2019 ini juga menghadirkan fashion show bersama model kawakan dunia yang juga seorang ‘down syndrome’ yaitu Madeline Stuart dari Australia. Kemudian ada lelang lukisan dari pelukis kenamaan Indonesia, Kartika Afandi, putri maestro pelukis Indonesia, Afandi serta pelukis kawakan asal Jerman Rudolf Schmidt, kemudian juga diikuti pelukis muda berbakat Rainier Wardhana Hardjanto.
Sedangkan talkshow dan kegiatan penggalangan donasi amal untuk anak-anak Down Syndrome akan dipandu Choki Sitohang dan Dr Sonia Wibisono.
Sonia Wibisono bersama sang buah hati, Rainier Wardhana Hardjanto, pelukis muda berbakat
Menurut Dr Sonia Wibisono tujuan kegiatan fundrasing dan donasi lelang lukisan karya pelukis dunia yang diinisiasi Lion Club Tulip Jakarta Selatan ini dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat luas bahwa anak anak penderita ‘down syndrome’ dengan IQ yang sangat rendah dibawah rata- rata normal, bisa mandiri dan berprestasi menjadi juara, dengan cara ditraining dengan benar dan terus-menerus secara kontinyu, terarah, dan terukur.
Untuk itu, kata Sonia dibutuhkan satu format pengelolaan yang positif untuk memperoleh hasil prestasi juara dari anak-anak Down Syndrome dengan mengendors serta memantain pelatih dan kepelatihanan khusus yang optimal.
“Dengan ini kami mengadakan fundraising atau kegiatan pencarian dana termasuk pameran foto para donatur bersama anak down syndrome selama sebulan di Plaza Indonesia. Tujuannya untuk membuat training center down syndrome,” ujar Sonia Wibisono yang juga aktivis kemanusiaan ini.
Dengan kebutuhan kapital yang cukup besar itu, akhirnya juga menggerakkan hati para pelukis yang ikut sebagai partisipan untuk menyumbang hasil karya mereka dengan melelang karya-karya terbaiknya. Kartika Afandi mengatakan dalam moment spesial ini, dirinya juga akan melepas 1 karya lukisan terbaiknya untuk donasi anak-anak DS.
Langkah positif Kartika, juga diikuti pelukis muda Rainier Wardhana Hardjanto.
Diusianya yang masih belia 13 tahun, putra Sonia Wibisono ini juga mengikuti langkah seniornya, Kartika dan Rudolf Schmidt.
Sebanyak 9 karya lukisan terbaik yang dia goreskan di kanvas acrilic yang dia pelajari sejak 2010 akan didedikasikan di lelang charity amal dalam rangka hari down syndrome sedunia tersebut.
“Saya sangat bersyukur menjadi bagian kehormatan dalam moment ini bersama Ibu Kartika Afandi dan Mr Rudolf Schmidt untuk memberikan sumbangsih kepada sahabat-sahabat DS. Sangat spesial untuk Mami Sonia. Selalu jadi inspirasi sampai kapan pun. I love so much, Mom,”ungkap Rainier.
Bakat melukis Rainier mulai terasah saat belajar melukis di Hadiprana Sekolah Lukis sejak tahun 2010. Rainier juga tergolong murid cerdas. Dia berhasil mendapat award sebagai murid dengan nilai terbaik tahun 2016-2017 di British School Jakarta. Rainer juga termasuk aktivis sebagai student council (OSIS) di British School sejak 2017-2018****